Ciancui 2020


Thankyou for visiting Selatpanjang, Kab. Kepulauan Meranti
See you again at 2021

Find Out More

About Ciancui!


Dikota selatpanjang terdapat event yang bernama Festival perang air (Ciancui). Event ini bisa dibilang sudah masuk internasional, Festival perang air (ciancui) ini dinyatakan mampu menarik 15 ribu pengunjung. Pada tahun 2018 ini, Festival perang air berlangsung mulai tanggal 16 sampai 21 Februari, dibuka secara resmi di jalan Diponegoro, selanjutnya para peserta menggunakan becak motor (bentor) sambil membawa ember dan mainan pelastik berbentuk senjata yang berisikan air. Rute yang dilalui yaitu jalan Kartini, Imam Bonjol, Ahmad Yani dan Jalan Tebing tinggi. Selain menggunakan bentor ada juga yang mengikuti kegiatan ini hanya berdiri di tepi jalan dan menyiram para peserta yang lewat. Tidak sedikit wisatawan lokal bahkan mancanegara berkunjung ke Selatpanjang hanya untuk menyaksikan atau bahkan turut serta menikmati keseruan festival yang digelar pada imlek china. Selama 6 hari berturut-turut, setiap sore sejumlah ruas jalan kota akan dipenuhi lautan manusia yang mengendarai becak motor pawai keliling kota. Wanita, pria, tua maupun muda saling siram dan menyemprotkan air ke sesama peserta pawai.
Selama festival ini, jalanan Kota Selatpanjang tampak basah seperti diguyur hujan. Tidak sedikit fotografer lokal dan asing berburu moment keceriaan dalam festival ini.
Bermula dari tradisi masyarakat Selatpanjang yang meluapkan kegembiraannya saat anggota keluarga berkumpul di hari-hari besar keagamaan. Perang Air kini telah menjadi event wisata unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Get Started!

What it's Selatpanjang


Kota Selatpanjang merupakan pusat pemerintahan kabupaten Kepulauan Meranti, duhulu merupakan salah satu bandar (kota) yang paling sibuk dan terkenal perniagaan di dalam kesultanan Siak. Bandar ini sejak dahulu telah terbentuk masyarakat heterogen, terutama suku Melayu dan Tionghoa, karena peran antar merekalah terbentuk erat dalam keharmonisan kegiatan kultural maupun perdagangan. Semua ini tidak terlepas ketoleransian antar persaudaraan. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang barang maupun manusia dari China ke nusantara dan sebaliknya.

Daerah Selatpanjang dan sekitarnya sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang merupakan salah satu kesultanan terbesar di Riau saat itu.Pada masa pemerintahan Sultan Siak VII yaitu Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi (yang bertahta tahun 1784-1810), biasa disapa Sultan Syarif Ali, memberi titah kepada Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha untuk mendirikan Negeri atau Bandar di Pulau Tebing Tinggi. Selain tertarik pada pulau itu juga karena Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi sendiri pernah singgah ke daerah itu, tujuan utama Sultan Syarif Ali ingin himpun kekuatan melawan kerajaan Sambas (Kalimantan Barat) yang terindikasi bersekutu dengan Belanda yang telah khianati perjanjian setia dan mencuri mahkota Kerajaan Siak. Negeri atau Bandar ini nantinya sebagai ujung tombak pertahanan ketiga setelah Bukit Batu dan Merbau' untuk menghadang penjajah dan lanun.

Maka bergeraklah armadanya dibawah pimpinan Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha pada awal Muharram tahun 1805 Masehi diiringi beberapa pembesar Kerajaan Siak, ratusan laskar dan hulu balang menuju Pulau Tebing Tinggi. Mereka tiba di tebing Hutan Alai (sekarang Ibu kota Kecamatan Tebingtinggi Barat). Panglima itu segera menghujam kerisnya memberi salam pada Tanah Alai.Tanah Alai tak menjawab, Ia meraup tanah sekepal, terasa panas. Ia melepasnya, "Menurut sepanjang pengetahuan den, tanah Alai ini tidak baik dibuat sebuah negeri karena tanah Hutan Alai adalah tanah jantan, Baru bisa berkembang menjadi sebuah negeri dalam masa waktu yang lama," kata sang panglima dihadapan pembesar Siak dan anak buahnya.

Panglima bertolak menyusuri pantai pulau ini. Lalu, terlihat sebuah tebing yang tinggi. "Inilah gerangan yang dimaksud oleh ayahanda Sultan Syarif Ali," pikirnya. Armada merapat ke Tebing Tanah Tinggi bertepatan tanggal 07 April 1805 Masehi. Di usia masih 25 tahun itu, dengan mengucap bismillah Panglima melejit ke darat yang tinggi sambil memberi salam. "Alha-mdulillah tanah tinggi ini menjawab salam den," katanya. Tanah diraupnya, terasa sejuk dan nyaman. Ia tancapkan keris di atas tanah (lokasinya sekarang kira-kira dekat komplek kantor Bea Cukai Selatpanjang). Sambil berkata, "Dengarkanlah oleh kamu sekalian di tanah Hutan Tebing Tinggi inilah yang amat baik didirikan sebuah negeri. Negeri ini nantinya akan berkembang aman dan makmur apabila pemimpin dan penduduknya adil dan bekerja keras serta menaati hukum-hukum Allah."

Panglima itu berdiri tegak dihadapan semua pembesar kerajaan, laskar, hulu balang, dan bathin-bathin sekitar pulau. "Den bernama Tengku Bagus Saiyid Thoha Panglima Besar Muda Siak Sri Indrapura. Keris den ini bernama Petir Terbuka Tabir Alam Negeri. Yang den sosok ini den namakan Negeri Makmur Kencana Bandar Tebing Tinggi." itulah nama asal muasal kota selatpanjang.

Setelah menebas hutan, membuka wilayah kekuasaan, berdirilah istana panglima besar itu. Pada 1810 Masehi Sultan Syarif Ali mengangkat Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha itu sebagai penguasa pulau. Kala itu, sebelah timur negeri berbatasan dengan Sungai Suir dan sebelah barat berbatasan dengan Sungai Perumbi, seiring perkembangan waktu bandar ini semakin ramai dan bertumbuh sebagai salah satu bandar perniagaan di kesultanan siak.

Ramai interaksi perdagangan didaerah pesisir Riau inilah menyebabkan pemerintahan Hindia Belanda ikut ambil dalam bagian penentuan nama negeri ini. Sejarah tercatat pada masa Sultan Siak yang ke 11 yaitu Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Pada tahun 1880, pemerintahan di Negeri Makmur Kencana Tebing Tinggi dikuasai oleh J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi yang bergelar Tuan Temenggung Marhum Buntut (Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak). Pada masa pemerintahannya di bandar ini terjadilah polemik dengan pihak Pemerintahan Kolonial Belanda yaitu Konteliur Van Huis mengenai perubahan nama negeri ini, dalam sepihak pemerintahan kolonial Belanda mengubah daerah ini menjadi Selatpanjang, namun tidak disetujui oleh J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi selaku pemangku daerah. Akhirnya berdasarkan kesepakatan bersama pada tanggal 4 September 1899, Negeri Makmur Kencana Tebing Tinggi berubah menjadi Negeri Makmur Bandar Tebingtinggi Selatpanjang. J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi mangkat pada tahun 1908. Seiring waktu masa diawal Pemerintahan Republik Indonesia, kota selatpanjang dan sekitarnya ini merupakan Wilayah Kewedanan di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Tebingtinggi.Pada tanggal 19 Desember 2008, daerah selatpanjang dan sekitarnya ini berubah menjadi Kabupaten Kepulauan Meranti memekarkan diri dari Kabupaten bengkalis dengan ibukota Selatpanjang.

Media


[2020-01-04] Ramaikan Festival Perang Air "Cian Cui", Hanya Ada di Kota Selatpanjang!

[2020-01-16] Festival Perang Air Segera Dimulai, Masyarakat Diminta Beri Kesan yang Baik kepada Wisatawan

[2020-01-17] Polres Kepulauan Meranti Jamin Keamanan Dalam Event Perang Air ( Cian Cui )

[2020-01-17] Polres Kepulauan Meranti Jamin Keamanan Dalam Event Perang Air ( Cian Cui )

[2020-01-20] Polres Kepulauan Meranti Jamin Keamanan Dalam Event Perang Air ( Cian Cui )

[2020-01-22] Ikhsan Tarore Bakal Datang Ke Meranti Meriahkan Festival Perang Air Cian Cui

[2020-01-24] Meranti Night Carnival Meriahkan Festival Perang Air

[2020-01-24] Meranti Night Carnival Diwarnai Artis, Kuliner dan Penampilan Budaya

[2020-01-25] Kadisparpora: Meranti Night Carnival untuk Memeriahkan Perang Air

[2020-01-25] NEWS VIDEO: Kemeriahan Festival Perang Air Kepulauan Meranti Riau

[2020-01-26] Festival Perang Air Cian Cui Ramaikan Imlek di Selatpanjang Riau

[2020-01-28] Cian Cui, Perang Air di Meranti, Tradisi lokal di Perayaan Imlek

[2020-01-28] Festival Perang Air Ramaikan Imlek Di Selat Panjang Riau

Reservations


Card title
Grand Meranti Hotel

Facilities : AC, Restaurant, KTV (Paragon), SPA, Massage, Restaurant, 24-Hour Front Desk, Parking, WiFi, Elevator, etc


Address : Jl. Kartini No. 55, Selatpanjang, Kab. Kepulauan Meranti, Riau - 28753
Phone : 085272928888
Email : grandmeranti55@gmail.com
Instagram : @grandmerantihotel

Booking Now
Card title
Grand Indobaru Hotel

Facilities : AC, Restaurant, 24-Hour Front Desk, Parking, WiFi, Elevator, etc


Address : Jl. Diponegoro No. 101, Kel. Selatpanjang Kota, Kec. Tebing Tinggi, Riau - 28753
Phone : (0763) 33022 / 082381038833
Email : reservation@grandindobaruhotel.com
Website : https://www.grandindobaruhotel.com/
Instagram : @grandindobaru

Booking Now (Website) Booking Now (Traveloka)
Card title
Red 9 Hotel

Facilities : AC, Restaurant, 24-Hour Front Desk, Parking, WiFi, Elevator, etc


Address : Jl. Siak Sri Indapura, No. 3, Selatpanjang, Tebing Tinggi, Riau - 28753
Phone : (0763) 434059 - 434526 / 085265575009
Instagram : @red9_hotel

Booking Now
Card title
28 Dyva Hotel

Facilities : AC, Break Fast, Restaurant, 24-Hour Front Desk, Parking, WiFi, Elevator, LCD TV, etc


Address : Jl. Diponegoro, No. 37ab, Selatpanjang Kota, Tebing Tinggi, Riau - 28753
Phone : (0763) 33381, 33382 / 0822-8571-9868
Fax : (0763) 33393
Email : dyva.hotel@gmail.com
Facebook : 28 Dyva Hotel

Booking Now
Card title
Aka Meranti Hotel

Facilities : AC, Sauna / Steam, Swimming Pool, Whirlpool, KTV, Massage, Restaurant, 24-Hour Front Desk, Parking, WiFi, Elevator, etc


Address : Jl. Terubuk, No. 49, Selatpanjang Barat, Tebing Tinggi, Riau - 28753
Phone : (0763) 33118 / 081319922007
Email : akameranti@gmail.com
Website : https://akameranti.com
Instagram : @akamerantihotel16

Booking Now

Let's Get In Touch!


Want to share your Pictures & Videos, Advertising (Selatpanjang only), or Reservation promotion slot? Send us an WhatsApp or email and we will get back to you as soon as possible!